Penampilan pertama dibuka oleh band yang masih asing
terdengar namanya di telinga saya, “A Strong Boy” namanya, jujur pertama kali melihat band
ini,yang sya pikirkan hanya “halah paling juga membosankan”. Namun setelah
mendengar 2 lagu milik mereka, dan saya langsung penasaran dengan band ini,
vokalis yang menunjukan ekspresi emosional menggambarkan pesan dari lagu
mereka, alunan gitar yang sering memakai efek delay juga membuat band yang
hanya berisi 4 orang ini menjadi sangat ramai, salut buat mereka, sukses terus
A Strong Boy .
Setelah dibuka oleh penampilan A strong boy, acara
dilanjutkan dengan penampilang band indie fenomenal tahun 2012 yang telah
menelorkan sebuah Album dalam umur band yang masih belum menginjak setengah
tahun, siapa lai kalo bukan ATLESTA. ATLESTA membuka panggungnya dengan lagu “Bloody
fuckin party” , dengan aksi panggung yang nakal dan enerjik ala Fifan sang
vokalis ditambah lagi ada backing vocal cantik Dimastika yang menjadi salah
satu magnet untuk maju ke depan panggung pada malam itu. FYI, saya beli CD
albumnya ATLESTA loh,sehari sebelum mereka menyebar free download nya, sakit
sih, karena pada saat itu saya mengalami dilema besar antara membeli CD ATLESTA
atau Knee And Toes, anggap saja apresiasi untuk musisi indie Malang saja lah.
Setelah ATLESTA, tiba juga giliran “My Beautifull Life’ naik
panggung! Yeah! Saya pun mempersiapkan diri untuk segera bernyanyi dan
berdansa. Dibuka lewat lagu “Heaven” ,
Time to share anything..
Just don’t wait, and don’t be shame..
Someday i will tell you anything i say..
Even i knew the things you do..
Break myheat in two..
For tomorrow. . for tomorrow.
. for tomorrow..
*Try to find the other one..
Great reason for my one..
And i want to say..
I never do it again..
Dear all my
friend,it’s not the end
I never feel like
this before my time
Sekilas saya mencari seorang
#beautifullpeople (fans MBL) yang bernyanyi karena tidak semua yang ada di
gedung cakrawala malam it mengenal MBL, lalu mata saya tertuju pada seorang
pria yang sudah seperti kesetanan jingkrak-jingkrak karena larut dalam lagu,
pria yang satu ini selalu hadir di setiap konser MBL, kenapa saya bisa tahu?
Karena saya juga selalu hadir, haha. Pernah waktu itu stalking di twitter
@MBL_MLG dan menemukan akun twiter pria ini, namanya Satria, malam itu juga
saya mengobrol,beryanyi,dan berdansa dengannya bersama #beautifullpeople
lainnya . Beautifull night with beautifull people! Yup.
Setelah puas berkeringat dengan
My Beautifull Life, bintang tamu yang berikutnya adalah band dengan genre yang
agak menyimpang dari band pengisi lainnya, yaitu SKA. Ya, Banana Steady Beat mencoba
berusaha tetap menarik perhatian penonton yang mayoritas bukan pendengar genre
SKA untuk bergoyang, alhasil yang bergoyang hanya penonton bagian depan yang
itupun adalah penonton dari belakang yang maju ke depan hanya untuk berdansa
ala SKA atau yang biasa disebut Skanking.
Pada malam itu, Banana Steady Beat juga mendatangkan vokalis Band SKA
kawakan asal Surabaya,Heavy Monster. Menurut saya,tidak ada yang spesial dari
penampilan Banana Steady Beat pada malam itu.
Acara pun sampai pada
puncaknya,sang MC pamit undur diri seraya mempersilahkan Efek Rumah Kaca untuk
memasuki panggung, kebetulan saya mendapat tempat yang sangat strategis, paling
deapan, menempel pagar pembatas, dan tepat berada di depan Cholil sang vokalis
ERK. Suara penonton pun menjadi riuh, teriakan-teriakan judul lagu pun mulai
terdengar Cinta melulu,menjadi indonesia,mosi tidak pecaya,di udara, dll. FYI
konser malam itu adalah konser pertama ERK setelah rekaman album baru dengan
konsep baru (Pandai Besi) di Lokananta. Gitr mulai dipetik,penonton
menerka-nerka lagu apa yang akan digunakan sebagai pembuka,tidak disangka, ERK
membuka penampilannya dengan lagu “Desember” yang telah diaransemen dengan
konsep Pandai Besi. Tentu banyak penonton yang masih asing dengan aransemen
baru ini, untungnya saya sudah memburu aransemen-aransemen Pandai Besi beberapa
minggu sebelumnya lewat youtube,alhasil saya masih bisa mengikuti nada dan ikut
bernyanyi. Setelah Desember versi Pandai besi, ERK kembali membawakan lagu-lagu
versi ERK sendiri,mulai kenakalan remaja di era informatika,kau dan aku menuju
ruang hampa,hilang,dan masih banyak judul lainnya,hingga ditutup dengan lagu
Desember versi ERK. Kurang ingat berapa judul lagu yang dinyanyikan dan berapa
lama ERK berada diatas panggung, saya terlalu menikmati. Hehe.. sekitar 1 jam
mungkin kurang lebih..
Lagu favorit saya malam itu
adalah “Moshi tidak percaya”, karena begitu semangat saat penonton bernyanyi
bersama,terasa sekai crowd yang luar biasa. Ini sedikit petikan liriknya
Ini masalah kuasa,alibimu berharga...
Kalau kami tak percaya,lantas kau mau apaa!!?
Kau tak berubah,selalu mencari celah..
Lalu semakin parah,tak ada jalan tengah..
Jelas kalau kami marah,kamu dipercaya susah..
Pantas kalau kami resah,sebab argumenmu payah..
Kamu ciderai
janji, luka belum terobati..
Kami tak mau
dibeli, kami tak bisa dibeli..
Ini moshi tidak percaya,jangan anggap kami tak berdaya!
Ini moshi tidak percaya, kami tak mau lgi diberdaya!
Ini beberapa
foto yang saya dapatkan dari flickr bro @hendisgorge dengan sedikit editing
text dari saya..
terima kasih..
![]() |
| Love is stay away |
![]() |
| "Kalau kami tak percaya,lantas kau mau apa!!?" |
![]() |
| Atas nama pasar semua begitu klise |
![]() |
| Bernyanyi Di Udara |
![]() |
| "Tiduuur..redakan marahmu.." |
![]() |
| "Ku hilang , ku tinggalkan semua warna warni dunia.." |










